-->

Kamis, 25 Oktober 2018

WHEEL LOADER

Wheel loader  menurunkan bucket diatas permukaan tanah atau material, mendorongnya ke depan (memuat atau menggusur material), mengangkat bucket yang telah terisi, kemudian wheel loader bergerak membawanya ketempat yang dikehendaki dan menumpahkan muatan. Ketika bucket diganti dengan stacker maka stacker ini dapat digunakan untuk memuat tebu, kayu, atau benda-benda lain yang dapat dipindahkan.
Engine berputar, tenaga output dari engine di teruskan ke torque converter untuk dilipatkan tenaganya. Tenaga dari torque converter diteruskan ke transmisi. Di transmisi kita dapat mengubah-ubah kecepatan putaran sesuai keinginan kita. Setelah transmisi tenaga diteruskan ke transfergear. Ada tenaga yang diteruskan ke front wheel ada yang ke rear wheel. Tenaga diteruskan melalui drive shaft ke differential. Dari differential tenaga menuju ke wheel.
Sistem kendali kemudi menggunakan hydraulic sehingga kemudinya akan terasa sangat ringan. Hal ini akan sangat membantu operator ketika melakukan kemudi. Untuk sistem pengereman menggunakan air brake dikombinasikan dengan hydraulic brake. Ada 4 brake caliper yaitu dua terdapat pada roda depan sedangkan dua lagi pada roda belakang. Sedangkan kendali lift arm dan dump menggunakan sistem hidrolik.
Sebagai seorang operator, mereka harus mengerti beberapa metode pengangkutan yang dapat dilakukan wheel loader untuk memuat material ke dalam dump truck, yaitu:
a.       Metode V loading, yaitu untuk memuat material kedalam truck, Wheel loader bergerak dengan lintasan berbentuk seperti huruf V.
b.      Metode L loading, yaitu Wheel loader bergerak dengan lintasan seperti membuat garis tegak lurus, truk berada dibelakang wheel loader.
c.       Metode Cross loading, yaitu cara pemuatan material ke dalam dump truck dengan kondisi dump truck yang juga ikut bergerak aktif.

Penggunaan Wheel loader yang lain adalah untuk menggali pondasi basement, dengan syarat ruangnya memungkinkan untuk bekerjanya loader tersebut. Disamping itu dapat juga digunakan untuk memuat material yang telah ditiadakan, misalnya pada pembuatan terowongan, pada daerah pengambilan batu (quarrying). Wheel loader juga dapat digunakan untuk menggali butiran-butiran lepas bebatuan untuk dibongkar ke dalam“grizly hopper” pada crusher plant.